Showing posts with label Undangan. Show all posts
Showing posts with label Undangan. Show all posts

Tuesday, October 14, 2014

Set Your Date!

“Nothing annoys people so much as not receiving invitations.” 
― Oscar Wilde

Undangan, tanpa disadari merepresentasikan banyak hal. 

Misal, 2 orang yg jarang bertegur sapa tiba2 salah satunya memberikan undangan, maka pupus sudah permusuhan mereka atau secara tidak langsung perwujudan ucapan minta maaf.

Ada yg mengkondisikan undangan sebagai alat untuk pengumuman, bahwa saya akan segera menikah, mohon didoakan dan buat para mantan...hasta la vista baby.. :D 

Tetapi pada umumnya, undangan adalah suatu wujud penghormatan dan permohonan untuk teman, kolega, saudara, etc agar mereka sudi untuk menjadi saksi dan turut merayakan kebahagiaan dari kedua mempelai.

Di era millenium ketiga ini, undangan sudah mengalami banyak perubahan bentuk. Yg paling populer adalah undangan yg tanpa fisik alias softcopy via Facebook :)
Saya sendiri kurang suka undangan facebook ini, krn sifatnya lebih ke announcement atau pengumuman. Dan juga, para mempelai ini ga sadar, seandainya semua yg diundang di facebook pada datang, apa ngga bersih itu meja catering. hehehehe...

Sebenernya, semahal apapun undanganmu, hanya akan berguna beberapa hari aja. Setelah itu.... masuk tempat sampah, atau syukur2 ada yg koleksi. Tapi yaa, undangan di Indonesia itu mewakili yg punya hajat, semakin keren undangannya berarti acara/mempelainya pasti gokil. Contoh yg baru2 ini, undangannya Raffi Ahmad sama Nagita Slavina, konon harga satuannya hampir 100.000. ckckckckck...

Undangan yg keren itu ga harus mahal koq, ga perlu pake hardcover, ga perlu pake swarovski atau kertas fancy yg warna warni. Menurut saya, undangan yg keren itu adalah undangan yg cerdas. Cerdas? Lets say kreatif deh. Saya paling seneng kalo dikasih undangan yg bentuknya kalender tahunan, notebook, kipas tangan, dll. Lebih useful gituh...

Maka dari itu, buat acara pernikahan sendiri saya berpikiran buat bikin undangan pernikahan yang useful, minim bahan, dan tasty :p

Selain bermain di bentuk dan bahan ada alternatif lain supaya undangan yg low budget bisa tetep keren n kliatan mewah. Yaitu dengan menonjolkan sisi desain. Seperti di bawah ini, ada beberapa undangan yg saya buat dengan desain yg lumayan deh. hehehe....

Undangan buat mas Hendra n mbak Henny ini dibuat simple, 1 lembar bolak balik tapi cukup informatif. Dipacking dalam amplop concorde warna krem, tapi sayang ga kefoto :(
Hendra & Henny's Wedding Afterparty Invitation

Kalo yg ini, undangan buat temen kantor saya si Lutfi. Hardcover tapi tetep saya bikin informatif namun simple, ga kebanyakan kata2 kayak undangan konvensional. Lebih menonjol ke grafisnya, tapi bahan dan finishingnya juga gak kalah bagus :)
Ana & Lutfi's

Kalo yg satu ini buat sahabat saya yg jauh2 dari Jakarta, dia minta dibikinin undangan yg simple, cepat dan ga terlalu mahal, plus jumlahnya juga ngga banyak. Wah lumayan muter otak juga. Akhirnya muncullah ide undangan biru berlaminasi doff ini. Finishing akhir, dibungkus pake amplop fancy paper yg dihias stiker.
Indra & Nia's

Yang ini cukup spesial, dibikin limited alias jumlah sedikit aja. Buat para VVIP, seperti boss dan pejabat2. Isinya hampir sama seperti yang diatas, cuman sama si Crafty Patty dikasih touch biar lebih mewah. Diamond, pita bludru & gold corner ditambahi ke undangan hard cover ini, sehingga lebih ngangkat kesan bonafide-nya :)
Indra & Nia VVIP's


Buat yang berencana menikah dan bikin undangan, i have few notes for you :


1. Jangan bikin undangan yg kelewat mahal, jatuhnya ke tempat sampah juga. Klo budgetnya berlebih sih gpp, tp klo mepet mendingan buat nambahin bayar catering :p
2. Pesanlah undangan yg useful, misal bentuk pouch, kipas, dll
3. Carilah referensi desain dari luar negeri, lbh kreatif.
4. Jangan terpaku sama undangan konvensional dengan kata2 templatenya. Menurut survey, yg dibaca orang itu cuman nama pengantin, nama ortunya sama tanggal akad/resepsi aja koq.
5. Bila budget terbatas, undangan blanko/tempate bisa jadi alternatif, sekarang desainnya keren2 juga koq. Bisa diliat contohnya di toko2 kertas terdekat.
6. Kalo jumlah undangan ga terlalu banyak, digital printing bisa jadi solusi.

Stay tune, saya mau sedikit beramal soleh ngasih free stuff di post berikutnya ;)

Keep your lights on..

Allow me to design your invitation..

Contact me here :
SMS & Whatsapp : 08563154338
My Twitter
Y!M / @ : tatagsaputra@yahoo.co.id






Tuesday, November 22, 2011

Something Different

Saya ga suka dikembarin, dari dulu ato mungkin dari kecil y? Saya selalu berusaha barang2 saya beda dengan punya orang lain. Baju, sepatu, jam, gelang, accesories bahkan gaya rambut selalu saya usahakan ga pasaran, minimal kemungkinan persentase saya ketemu org dgn barang yg sama tersebut kecil.  :p

Jadi beda itu cukup menyenangkan sebenarnya, kamu bisa dikenang  dikenali dari ke-beda-anmu itu. Misal kamu suka pake rantai2 dompet pas SMA, ntar kamu akan dikenali sebagai "ohh, yang suka pake rantai kapal itu ya?", ato kamu suka ganti2 warna rambut, mungkin komentar org kyk gini "ohh, yg rambutnya ijo itu ya?" kurang lebih seperti itu. Kamu akan menjadi seseorang yang punya ciri khas, mudah dikenali, atau jadi orang yang punya kesan berbeda.

Di masa kuliah, Tugas Akhir saya adalah Sistem Pendukung Keputusan Untuk Wedding Organizer , keren yak? :p Dari situ saya mempelajari bahwa keperluan menikah dan segala tetek bengek-nya dari dulu jaman bapak saya sampe sekarang itu ya itu2 aja, monoton. Sistem pesta pernikahan yang ngisi buku tamu-salaman-foto2-makan-ngobrol2-pulang sepertinya sangat common sekali. Tapi ya, demi sebuah Tugas Akhir saya ikutin aja alur semacam itu, namanya juga observasi dan yang jd subjeknya adalah Wedding Organizer, bukan wedding-nya. Tapi saya tetap berusaha beda, tampilan program saya cukup keren untuk ukuran anak Sistem Informasi, dan poster TA saya.....

Poster TA
Poster TA yang dibikin di awal2 saya belajar vector, niat banget bikinnya demi penampilan poster yang beda. Alhasil, di papan pengumuman sidang, poster saya agak mencolok. hehehe.

Setelah berselang 3 Tahun  dari sidang TA saya yg bertema pernikahan. akhirnya kebagian mencicipinya beneran. Yap, tanggal 11 November 2011 saya menikah, dan...  pernikahan tersebut harus beda! Sejak awal persiapan pernikahan, saya dan istri pengen menyiapkan segala sesuatu sendiri, supaya lebih puas dan sesuai keinginan. 

Ada beberapa hal yang berbeda dalam pernikahan saya, nanti akan saya ceritakan satu persatu. Tapi kali ini saya  pengen "pamer" undangan saya yg sedikit berbeda :p

Berawal dari googling mencari referensi dan dengan pemikiran "undangan 3000-6000, keren, tapi ga dibuang sia2", akhirnya kami memilih konsep Chocolate Invitation. Chocolate? Yap, coklat!
Jadi konsepnya adalah undangan dalam bentuk coklat, coklatnya bisa dimakan, bungkusnya sebagai
informasi acara.


Coklat Aslinya


Bagian Luar Kemasan Chcocolate Invitation

Bagian Dalam Berisi Informasi Acara & Peta
Dikemas Ulang

Packed and Ready to go...
Chocolate invitation ini dibuat cuman 75 buah aja, karena tamunya juga cuman friends n family. The best part dari undangan ini adalah waktu undangan dibagikan, banyak ekspresi dari teman dan keluarga kami, ada yang bilang "Lucu", "Kreatif", "Enak"(langsung dimakan kayaknya), "Keren" dan masih banyak lagi komentar yang enak di kuping :). Kami cukup seneng undangan kami di apresiasi para tamu, puas gitu rasanya. dan yang pasti, undangan kami akan selalu diingat ;)

Masi berhubungan sama coklat, menyambut Natal & Tahun Baru ini, saya tiba2 kesambet ide untuk bikin Chocolate Season Greeting, wait for my next post okay! ;)

Keep your lights on...